Indonesia Junior Soccer League, Create Young Football Player

Indonesia Junior Soccer League (IJSL) membuat gebrakan untuk pertama kalinya dengan menggelar kompetisi di jenjang Sekolah Dasar (SD).

IJSL menggelar kompetisi sepak bola antarsekolah dasar di wilayah Jabodetabek kategori U-9 dan U-11, yang berlangsung di Lapangan Sintetis Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.

Kompetisi yang akan berlangsung dari 19 September hingga 31 Oktober 2026 ini digelar setiap hari Sabtu dan diikuti 70 sekolah dari wilayah Jabodetabek serta Karawang. Tercatat sebanyak 30 tim SD ambil bagian di kategori U-9, sedangkan 40 tim lainnya berlaga di kategori U-11.

Sistem Kompetisi

Ketua Penyelenggara IJSL Donny Octaviano menjelaskan, kompetisi yang berlangsung selama dua bulan ini digelar beberapa tahap. Kategori U-11 memiliki 40 tim yang dibagi ke dalam empat grup, sementara U-9 diikuti 30 tim yang terbagi dalam tiga grup. Setiap tim menjalani pertandingan dengan durasi 2×15 menit.

Donny mengatakan, kompetisi ini tidak semata-mata mengejar gelar juara, karena pemain masih berada pada usia sekolah dasar, perkembangan anak menjadi perhatian utama.

”Kami bukan turnamen yang mementingkan mereka meraih pencapaian. Memang pencapaian penting, tapi untuk umur segini perkembangan itu yang lebih penting. Apresiasi untuk anak-anak ini agar terus tumbuh dan berkembang. Jadi mereka tidak lagi mengutamakan bahwa kalau kami kalah, kami bukan pemenang,” tutur Donny kepada media.

Menuju Generasi Emas

Sementara itu, Program Director IJSL Indra Sjafri mengatakan, kompetisi antarsekolah dasar menjadi langkah awal IJSL untuk memperluas pembinaan sepak bola usia dini. Jabodetabek dipilih sebagai wilayah pilot project sebelum konsep tersebut dikembangkan ke daerah lain di Indonesia.

“Untuk event ini, kita bikin antar-SD dan event ini diikuti 70 sekolah. Apakah nanti dari event pertama ini kita akan memperbesar? Nanti kita lihat. Cuma kita inginnya nanti antar-SD ini dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Tentu nggak bisa langsung sekaligus,” ungkap Indra.

“Makanya IJSL membuat pilot project dulu untuk Jabodetabek. Tahun ini memang belum semua ikut dan mudah-mudahan berjalan lancar. Dan saya yakin, dari anak-anak SD ini, kalau di 2045 kan merekalah generasi emas, yang menjadi cikal bakal bagian dari generasi itu,” tambahnya.

Dua Kelompok Umur

Mantan Direktur Teknik PSSI itu menjelaskan, pemilihan kelompok usia U-9 dan U-11 berkaitan dengan pembinaan pemain di level grassroot. Kelompok usia tersebut merupakan tahap awal sebelum pemain masuk ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

“Untuk kategori usianya, usia 9 dan 11, jadi usia-usia di bawah 12 tahun atau grassroot. Mungkin ada pertanyaan, kenapa membuat dua kategori usia? Jadi, youth development itu dibagi tiga pengelompokan umur: 12 tahun ke bawah, 13–15 tahun, dan 16–19 tahun,” tutur Indra lagi.

“Usia 13–15 sudah ada untuk tim nasional U-15 dan U-17. Setelah itu usia 16–19, kompetisi usia muda untuk tim nasional U-20. Kita mengambil yang lebih bawah lagi. Kenapa? Kalau kelahiran yang 12 tahun ke bawah ini, pas di 2045 nanti usia-usia emasnya. Jadi kita mulai lebih awal, tentu lebih baik,” bebernya.

 

sumber: https://www.goal.com/